Hello guys! Welcome back to my blog~ pada kesempatan kali ini, saya akan memberi tutorial tentang konfigurasi Shared Hosting. Kalian sudah pada tahu belum sih apa itu Shared Hosting? Shared hosting ialah sebuah layanan hosting, dimana sebuah account hosting ditaruh bersama-sama beberapa account hosting lain dalam satu server yang sama dan memakai service bersama-sama. Keuntungan shared hosting adalah harganya yang murah namun Kerugiannya adalah tingkat privasi dan performa yang tidak sebaik Dedicated Hosting.
Jenis-jenis Hosting
- Shared Hosting
- Cloud Hosting
- Managed WordPress Hosting
- VPS Hosting
- Dedicated Hosting
Pada konfigurasi ini akan dibuat 3 domain dengan 1 server serta akan dicoba akses pada client nantinya ketiga domain yang dibuat. di Virtual box pada menu Network setting Adapter 1 : Bridge & Adapter 2 : Host Only Adapter. Jika sudah login virtualbox dengan user dan password. Masuk ke menu nano /etc/network/interfaces untuk IP Address eenp0s3 sesuaikan IP Address fisik yang digunakan & untuk IP Address enp0s8 tambahkan 3 IP berbeda dengan network yang sama. untuk 3 IP ini digunakan sebagai ip domain yang ditambahkan. jika sudah klik CTRL + X, Y, ENTER.
Selanjutnya masukkan daftar repositori lokal pada menu nano /etc/apt/sources.list , matikan 3 deb dibawah dengan (#) lalu tambahkan repositori lokal dibagian paling bawah.
Berikutnya lakukan update untuk mengunduh setiap sumber paket yang sesuai berkas package/sources. memperbaharui paket yang baru ditambahkan agar bisa terbaca.
Lalu lakukan penginstallan paket bind dan apache2 dengan perintah apt install bind9 dnsutils apache2 serta tunggu hingga proses install selesai.
Jika sudah selesai menginstal, ubah yang ada didalam bind dengan perintah cd /etc/bind dan ketik ls untuk melihat isi bind tersebut.
Setelah itu buat domain, saya membuat 3 domain dengan perintah nano named.conf.local
Berikutnya copy file yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan perintah cp db.(nama domain) & cp db.127 ip lalu ketik ls untuk melihat hasil copy.
Setelah itu, masuk ke konfigurasi file ip untuk memasukkan semua nama-nama domain dengan perintah nano ip dan masukkan nama domain tersebut seperti contoh dibawah ini.
Langkah selanjutnya, ubah file options untuk menghapus tanda (//) dan mengubah 0.0.0.0 dengan 8.8.8.8 dengan perintah nano named.conf.options.
Jika sudah melakukan perintah sebelumnya, lakukan pembuatan file namadns untuk memasukkan nama domain kedalam file dengan perintah nano namadns lalu masukkan IP Address domain. fungsi utama dns ialah mencocokan nama/domain situs web ke dadlam angka-angka yang disebut dengan alamat IP.
Lakukan restart konfigurasi yang sudah dilakukan supaya konfigurasi bisa lancar, dengan mengetik perintah /etc/init.d/bind9 restart dan check statusnya sudah running atau belum dengan perintah /etc/init.d/bind9 status.
Setelah itu lakukan uji dengan perintah nslookup dengan ketiga nama domain. fungsi nslookup ialah memetakan nama domain menjadi alamat IP.
Uji test ping ketiga domain untuk mengetahui apakah sudah terkoneksi kejaringan internet atau belum. dengan perintah ping -c 3 (nama domain).
DIkarenakan sudah menginstall Apache2, masuk ke dalam file apache2 dengan ketik perintah nano /etc/apache2/apache2.conf lalu ubah path default ke home.
Copy file yang ada didalamnya dengan ketik perintah cp 000-default.conf 000-default.conf.backup dan ketik ls untuk melihat hasil copy.
Copy juga ketiga domain yang berada didalam apache2 dengan perintah cp 000-default.conf domain 1,2,3 dan ketik ls untuk melihat hasilnya.
Masuk ke file nano domain 1 untuk mengedit file didalam nano, dengan perintah nano ziracantik.conf (nano domain1.conf).
Kemudian check default site yang aktif dengan perintah a2ensite 000-default.conf dan nonaktifkan file default dengan perintah a2dissite 000-default.conf. fungsi a2ensite/a2dissite ialah untuk mengaktifkan/menonaktifkan konfigurasi virtualhost yang telah dibuat dalam direktori apache server linux.
Lalu aktifkan ketiga site dan lampirkan domain dengan ketik perintah a2ensite (namadomain 1,2,3).
Masuk ke cd var dengan perintah cd /var/www/html/ dan ketik ls untuk melihat isi data file. Kemudian copy file index.html dengan melampirkan user yang sudah dibuat. Jika sudah masuk ke cd user pertama dengan perintah cd /home/ziracantik (domainpertama).
Dan lakukan pengeditan file yang terdapat tanda dengan pengisian file bebas seperti contoh dibawah ini dengan perintah nano index.html.
Jika sudah selesai pada domain pertama, lanjut mengedit domain kedua dengan masuk ke cd /home/zirapintar (domainkedua), masuk ke nano index.html dan edit text bebas seperti tanda dibawah.
Setelah itu lanjut masuk ke domain ketiga dengan perintah cd /home/ziragfjohnny/ lalu ketik nano index.html dan edit file seperti yang tertanda dibawah dengan text bebas.
Berikutnya masuk ke cd /var/www/html lalu lakukan penginstalan w3m dengan perintah apt install w3m. fungsi w3m ialah peramban web bersumber terbuka yang berbasis teks
Dan lakukan uji test disetiap domain dengan perintah w3m www.ziracantik.com, w3m www.zirapintar.com & w3m www.ziragfjohnny.com, kalau text sudah sesuai dengan apa yang dibuat tadi, maka sudah berhasil dibuat.
Masuk ke perintah nano sysctl.conf dan hapus tanda pagar di IPv4. Dan jika ingin check ketik perintah sysctl -p. fungsi sysctl.conf tersendiri ialah perintah yang menghubungkan ke internet
Jika sudah menginstall iptables-persistent maka akan muncul notif seperti ini, maka klik YES.
Selanjutnya masukkan ip firewall dengan action masquerade.
Masuk ke IPv4 dan masukkan IP Address static sesuai IP Address dengan enp0s8
Dan terakhir search nama domain yang tadi dibuat pada browser.
Yeayyyyy konfigurasi shared hosting sudah berhasil dilakukan! selamat mencoba dan sampai bertemu ditutorial selanjutnya! Have a great day guys ❤👋

































































Komentar
Posting Komentar