Langsung ke konten utama

Installasi Proxmox memakai VMWare

 


Hello guys! Welcome back to my blog~ pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan tutorial untuk menginstall Proxmox menggunakan VMWare Workstation, sebelumnya pada tahu ngga nih apa itu Proxmox? Proxmox VE adalah distribuasi sistem operasi Linux dari debian yang memfokuskan penggunanya sebagai server platform virtualisasi antarmuka manaejemen melalui web. Proxmox ini mendukung virtualisasi dengan Qemu-kvm yang berperan sebagai proses dari modul kernel Linux dan OpenVZ sebagai container.

Kelebihan Proxmox
+ Bersifat open source yang berarti free digunakan oleh siapapun
+ Mudah dalam instalasi dan mengkonfigurasi
+ Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM & OpenVZ
+ Mendukung berbagai format hardisk virtual
+ Sudah mendukung Live Migration

Kekurangan Proxmox
- Harus memahami SysAdmin
- Instalasi dan manajemen software yang cukup sulit
- Performance proxmox belum maksimal dan masih jauh jika dibandingkan dengan solusi virtualisasi lain seperti VMWare, Oracle VM, dll

Pertama-tama, buka aplikasi VMware Workstation > File > New virtual machine > Typical Recommended > Next > Masukkan file ISO Proxmox pada disc image file (iso) lalu klik Next


Setelah itu pada bagian Guest operating system  pilih Linux > Next



Kemudian beri nama file dan tempat file disimpan seperti dibawah, lalu Next


Selanjutnya dimenu Specify Disk Capacity diharuskan mengisi Maximum disk size yaitu 100GB dan klik pilihan Store virtual disk as a single file kemudian Next


Dan terakhir jika sudah yakin dengan settingan maka klik Finish


Kemudian ubah settingan pada Network Adapter menjadi Bridged dan checklist Vitualize Intel VT-x/EPT or AMD-V/RVI dibagian Virtualization engine


Jika sudah maka klik bagian start lalu klik pada bagian install proxmox VE


Dimenu License scroll ke bawah lalu klik i agree


Selanjutnya tambahkan Hardisk, pilih total kapastitasnya 100GB lalu klik Next


Dan disini sesuaikan zona waktu seperti mensetting lokasi menjadi Indonesia lalu Time zone menjadi Asia/Jakarta dan untuk keyboard layout U.S English lalu klik Next


Dibagian selanjutnya mengisi password, mengkonfirmasi password serta menambahkan email aktif jika sudah klik Next


Kemudian dimenu Management network, tambahkan IP Address, gateway, DNS, nameserver serta hostname. Teruntuk IP Address & gateway sesuaikan dengan IP fisik device yang digunakan dan untuk hostname sesuaikan dengan keinginan sendiri dan klik Next


Dan tunggu proses installasi selesai. Lalu akan ada perintah untuk Reboot  dikanan bawah


Jika sudah selesai reboot, login dengan user root dan masukkan password yang sebelumnya dibuat dan akan terdapat IP yang muncul untuk mengakses proxmox di web browser dengan menambahkan Port pada bagian belakang IP


Ketikkan IP dan Port sebelumnya pada Web browser, kemudian jika muncul tampilan sepert ini, klik Advanced > Accept the Risk and Continue


Setelah itu akan dimasukkan pada menu login, masukkan user root dengan password yang dibuat sebelumnya kemudian klik Login


Jika sudah, maka lanjutkan untuk memperbaharui sistem yang dijalankan dengan perintah apt-get update 


Langkah selanjutnya masuk ke menu vps>shell dan masukkan perintah 
wget https://download.mirotik.com/routeros/6.48.6/chr-6.48.6.img.zip untuk mendownload CHR dan tunggu prosesnya hingga selesai



Lalu install paket unzip untuk mengunzip file CHR yang sudah didownload sebelumnya dalam format zip dengan perintah apt install unzip


Setelah itu ekstrak file image chr yang masih berbentuk zip dengan perintah unzip chr-6.48.6.img.zip


Dan check informasinya di qemu seperti size virtual dan file format dengan perintah qemu-img info chr-6.48.6.img. size virtual = 64Mib & file format = raw


Kemudian buat VM di proxmox untuk mikrotik dengan  mengklik Create VM yang berada dibagian atas kanan layar


Setelah muncul tampilan Create virtual machine, ikuti instruksi nya untuk mengisi dibagian General dengan memilih Node yang ada lalu isi bagian VM ID menjadi 100, jika sudah, klik Next


Langkah berikutnya yakni masuk ke bagian OS checklist bagian Do not use any media lalu untuk type pilih Linux versi 4 X/3 X/2.6 Kernel, jika sudah, klik Next


Pada bagian Hardisk, gunakan default saja yakni Bus/Device & Disk size (GiB) gunakan 1 kemudian Next


Untuk bagian CPU gunakan 2 Cores lalu Next


Setelah itu dibagian Memory gunakan size memory 512 lalu klik Next


Jika sudah maka berlanjut ke bagian Network untuk menchecklist bagian Firewall lalu untuk model, pilih VirtlO (paravirtualized) lalu Next


Kemudian dilanjut untuk mengecheck apakah sudah sesuai agar tidak salaj, jika sudah, klik Finish


Lalu masuk ke shell untuk mengimport Vmid 100 ke local-lvm dengan perintah qm importdisk 100 chr-6.48.6.img local-lvm 


Selanjutnya setting VM dengan mengklik VM yang sudah dibuat lalu klik Hardware dan double klik pada Unused Disk 0


Akan muncul tampilan Add Unused disk yang akan menambahkan VM 100 dengan mengklik Add dibagian bawah


Nanti akan muncul Hardisk kedua yang telah ditambahkan, lalu format hardisk yang tidak ada chr mikrotik dengan mengklik bagian Hard disk tersebut dengan mengklik Detach


Setelah itu akan ada peringatan untuk mendetach entry Hard Disk pertama, klik Yes


Kalau sudah berhasil, maka hapus Unused Disk dengan mengklik Unused Disk dan klik Remove dibagian atas


Jika ada peringatan untuk meyakinkan untuk menghapus, klik Yes


Selanjutnya klik menu Options untuk merubah Boot Order menjadi scsi0



Dan ubah Boot device 1 menjadi Disk 'scsi0' lalu Boot device 2 menjadi  CD-ROM dan untuk Boot device 3 menjadi Network kemudian klik OK


Lalu tambahkan Network dengan mendouble klik dibagian Add Network Device (net0)


Pastikan bagian Firewall sudah terchecklist dan bagian Model juga sudah sesuai, jika sudah klik Add


Dan pada bagian Add Network Device, checklist bagian Firewall dan untuk Model menggunakan Intel E1000, jika sudah klik OK


Nantinya akan muncul Network Device yang sudah ditambahkan


Start VM yang sudah dibuat dengan mensetting nya dengan klik VM yang dimiliki lalu klik Start


Setelah itu Console mikrotiknya dengan mengklik Console dan akan muncul terminal, jika sudah masuk maka login dengan user admin dan password yang dikosongkan saja. Nanti akan muncul tampilan seperti dibawah


Berikutnya buat IP Address dari Internet ke Perangkat fisik, tambahkan juga IP Address untuk client dan tambahkan Gateway dari internet yang ada pada Perangkat fisik lalu check ip dns dengan perintah 
  • ip address add address=192.168.23.126/24 interface=ether1
  • ip address add address=126.126.126.1/24 interface=ether2
  • ip address print
  • ip route add gateway=192.168.23.1
  • ip dns set servers=192.168.23.241,8.8.8.8 allow-remote-requests=y
  • ip dns print
Dan akan muncul dibagian Servers dipaling atas yaitu 192.168.23.1,8.8.8.8


Selanjutnya lakukan pengujian ping  untuk test apakah sudah terkoneksi ke jaringan internet/belum, pertama ping ke internet dengan ping 192.168.23.234 


Kemudian ping ke gateway dengan ping 192.168.23.241


Dan terakhir ping DNS google dengan ping 8.8.8.8 jika sudah reply semua yang berarti pengujian ini berhasil terhubung ke internet


 Setelah itu ping pada server proxmox dengan melakukan ping yang sama yaitu ping 192.168.23.234 , ping 192.168.23.241 dan juga ping 8.8.8.8




Konfigurasi Selesai 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONFIGURASI DHCP SERVER MENGGUNAKAN PNETLAB

 Hallo guys welcome to my blog! Pada kesempatan kali ini, saya akan memberi tahu kalian bagaimana cara mengkonfigurasi dhcp server menggunakan pnetlab. Disini membutuhkan beberapa device tambahan seperti aplikasi virtual VMWare Workstation, Browser Mozila, dan File ISO pnet. Sebelum masuk tutorial, pastikan sudah mengimport pnetlab kedalam VMWare. kemudian masuk ke pnetlab menggunakan browser mozilla dengan ip yang terdapat pada VMWare. login dengan memasukkan user default. Simak penjelasan sampai akhir yaa, agar kalian bisa paham dan mengerti tutorialnya. Pertama-tama login pnetlab  Selanjutnya buat workspace baru  Kemudian tambahkan perangkat switch. klik kanan pada workspace lalu klik 'Node', 'docker.io'. Ubah nama menjadi 'ubuntu server' lalu pada image pilih 'pnetlab/ubuntu_sv:latest', dan pada bagian ethernet, isi sesuai kebutuhan.  isi Eth1 Static IP menjadi '192.168.27.126/24'. lalu Eth2 Static IP menjadi '126.126.126.1/24'. isi D...

Keamanan Jaringan di VirtualBox

  Konfigurasi Sistem Keamanan Jaringan Hello guys! Welcome back to my blog ~ Tutorial kali ini saya akan menjelaskan tentang konfigurasi keamanan jaringan pada aplikasi virtualbox. Sistem Keamanan jaringan ialah seperangkat aturan  dan konfigurasi yang dirancang untuk melindungi intergritas, kerahasiaan dan aksesbilitasi pada jaringan komputer dan data menggunakan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras. Berikut tutorialnya. 1. Buatlah 4 mesin virtual dengan vm yang berbeda di virtualbox yakni Debian, Kali Linux, Windows 7 dan Mikrotik .  2. Pertama-tama install mikrotik didalam aplikasi VirtualBox dan login kedalamnya menggunakan user Admin dan password kosong saja lalu klik n untuk melanjutkan.  3. Lalu lakukan request IP Address dari interface yang sedang digunakan yakni ether1 , yang dimana interface tersebut sudah dalam bridge dan interface laptop yang mendapat koneksi internet dengan perintah ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no , dan l...