Langsung ke konten utama

Monitoring debian server & Mikrotik pada Cacti

 

Hello guys! Welcome back to my blog ~ Today i want to tell you how to configuration cacti. Cacti adalah aplikasi open source merupakan suatu sistem pemantauan jaringan berbasis protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) yang memungkinkan pengelola jaringan dapat memantau lalu lintas jaringan dari masing-masing perangkat.

Berikut tutorialnya :

1. Pertama-tama Install debian 9 lalu jika sudah menginstallnya maka nyalakan mesin debian 9 dan login dengan user & password yang sudah dibuat lalu masuk dengan Super User lalu masukkan passwordnya. 

2. Lakukan pengcheckan IP Address untuk memastikan server yang dibuat sudah mendapat IP Address yang sesuai dengan perintah ip a dan akan terdapat IP Address enp0s3 & enp0s8.

3. Setelah itu lakukan uji test ping untuk memastikan apakah server sudah terhubung ke internet dengan mengetest ping 8.8.8.8 & ping google.com jika test ping replay itu berarti test ping berhasil dilakukan.

4. Lalu install ssh untuk meremote menggunakan putty dengan perintah apt install ssh dan tunggu hingga proses installasi selesai.

5. Masukkan data repository debian 9 dengan data utama surabaya yang di search pada web browser menggunakan perintah nano /etc/apt/sources.list dan masukkan repository nya.



6. Lakukan update untuk server supaya paket dari repository yang sudah ditambahkan bisa terbaca oleh server tersebut dengan perintah apt update dan tunggu hingga proses selesai.

7. Selanjutnya install paket bind9 untuk melakukan konfigurasi DNS dengan perintah apt install bind9 dan klik Y untuk melanjutkan penginstallan lalu tunggu hingga installasi selesai.

8. Masuk kedalam direktori bind9 dengan perintah cd /etc/bind lalu lihat file yang terdapat di direktory bind9 dengan perintah ls.

9. Kemudian tambahkan script dalam file named.conf.local dengan perintah nano named.conf.local jika sudah masuk didalamnya maka tambahkan script seperti dibawah.

zone "{domain name kalian}"{

type master;

file "/etc/bind/{nama file domain name server}";

};


zone "0.168.192.in-addr.arpa"{

type master;

file "/etc/bind/{ip host}";

}; 

10. Setelah itu lakukan perubahan dan menambahkan IP Address dengan masuk ke dalam file nano named.conf.options dan tambahkan IP Address enp0s3 serta lakukan perubahan dengan menghilangkan tanda slash (//) pada script supaya apa yang ditambahkan dapat terbaca.



11. Berikutnya copy file dan mengubah nama file sesuai konfigurasi yang ditambahkan dalan zone dengan perintah cp db.local zira & cp db.127 126 dan check hasilnya menggunakan ls.


12. Selanjutnya edit file zira dengan mengubah localhost menjadi nama domain yang dibuat dan tambahkan sub domain untuk cacti dengan perintah nano zira.

13. Lalu edit file untuk ip host dengan perintah nano 126 dan jika sudah didalamnya, ubah localhost  menjadi domain name yang dimiliki.


14. Kemudian lakukan konfigurasi di file resolv.conf supaya bisa dibaca oleh DNS Server yang sudah dibuat dengan perintah nano /etc/resolv.conf dan tambahkan domain name yang sudah ditambahkan lalu tambahkan ip address dari server debian tersebut.

15. Setelah sudah melakukan konfigurasi DNS Server, restart dan check status untuk mengaktifkan konfigurasi yang sudah dibuat dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart & /etc/init.d/bind9 status. Akan terlihat status OK & active (running)

16. Berikutnya uji test ping terhadap subdomain dengan perintah ping cacti.zira.net dan terlihat status replay / berhasil terkoneksi.


17. Selanjutnya install paket dnsutils untuk mengecheck detail dari DNS Server yang sudah dilakukan konfigurasi nya dengan perintah apt install dnsutils lalu tunggu installasi selesai.


18. Lihat informasi lengkap dari DNS Server yang sudah dibuat dengan perintah dig cacti.zira.net lalu akan muncul informasi seperti IP dan nama domain.

19. Kemudian check nama server dengan perintah nslookup zira.net serta nslookup cacti.zira.net dan akan muncul nama domain dan juga IP yang khusus yang dimiliki pada masing-masing domain.

20. Setelah itu install paket web server menggunakan web server yang didukung oleh cacti yakni apache2 dengan perintah apt install apache2 lalu tunggu hingga proses selesai.


21. Edit file apache2.conf dengan perintah nano /etc/apache/apache2.conf dan tambahkan ServerName localhost


22. Dilanjut pada direktori sites-available dengan perintah cd /etc/apache/apache2/sites-available dan backup file 000-default.conf dengan nama cacti.conf menggunakan perintah cp 000-default.conf cacti.conf.

23. Kemudian edit file cacti.conf menggunakan perintah nano cacti.conf lalu ubah untuk ServerName sesuai dengan subdomain yakni cacti.zira dan untuk DocumentRoot arahkan ke directory cacti yakni /usr/share/cacti/site/.


24. Arahkan file cacti.conf dengan perintah a2ensite cacti.conf maka akan muncul enabling site cacti yang berarti sudah aktif

25. Setelah itu aktifkan apache dengan perintah systemctl reload apache2.

26. Selanjutnya install database dari cacti yakni mariadb dengan perintah apt install mariadb-server mariadb-client lalu tunggu prosesnya  hingga selesai.


27. Lalu restart untuk mengaktifkan mysql dengan perintah /etc/init.d/mysql restart.

28. Berikutnya install paket cacti dengan perintah apt install cacti dan tunggu installasi selesai.


29. Nantinya akan muncul notif pertanyaan saat installasi sedang berjalan seperti memilih apache2 untuk webserver dari cacti yang sesuai dengan konfigurasi.

30. Dan dilanjut pertanyaan untuk paket database yang akan digunakan yakni dbconfig-common pilih saja Yes.

31. Serta muncul perintah seperti membuat password untuk masuk ke dalam cacti dengan mengetik password yang mudah di ingat dan mengkonfirmasi password tersebut yang sudah ditambahkan sebelumnya.


32. Install paket SNMP dengan perintah apt install snmp snmpd yang fungsi snmp ini digunakan untuk memonitoring traffic dari server. Lalu masuk kedalam direktory snmp menggunakan perintah cd /etc/snmp dan check file apa saja yang terdapat didalamnya dengan perintah ls kemudian backup file snmpd.conf dengan perintah cp snmpd.conf snmpd.conf.backup dan jika dilihat dengan perintah ls maka muncul file yang sudah di backup sebelumnya.


33. Edit file dari snmpd dengan perintah nano snmpd.conf untuk yang pertama, edit pada bagian agent address menjadi ip server.

34. Pengeditan file kedua yakni pada Community address serta nama community menjadi zira dan IP Address menjadi IP Address yang dimiliki.


35. Pengeditan terakhir yakni edit pada bagian syslocation sesuai dengan tempat tinggal dan pada bagian syscontact gunakan alamat email.

36. Saat sudah berhasil mengedit file pada snmpd.conf, maka lakukan restart snmpd untuk mengaktifkan konfigurasi yang dilakukan.


37. Kemudian lakukan verifikasi snmp dengan perintah snmpwalk -v 1 -c zira 192.168.166.126 jika sudah maka tampilan akan seperti dibawah. snmpwalk -v 1 -c (nama community) (IP Server).

38. Selanjutnya jika konfigurasi sudah selesai, edit IP Address pada laptop/pc fisik untuk menambahkan DNS Server yang diambil dari IP Server yakni 192.168.166.126, jika di check pada network setting akan muncul IP DNS Server yang sesuai ditambahkan sebelumnya.



39. Buka web browser untuk mengakses cacti yang sudah dibuat dengan memasukkan subdomain yakni cacti.zira.net lalu akan ada tampilan login. Login menggunakan admin dan password yang sudah dibuat dan klik login.


40. Saat sudah masuk pada tampilan cacti, klik Create Device untuk menambahkan server yang dimiliki kedalam cacti supaya dapat di monitoring, jika sudah klik Add untuk menambahkan.



41. Lalu masukkan nama untuk memonitoring. Pada bagian Description > Server zira, bagian Hostname > ip address yang terdapat pada server : 192.168.166.126, bagian template > local linux machine, bagian snmp version > version 1 dan bagian snmp community > zira.

42. Buat graph supaya bisa melihat grafik traffik dari server, jika sudah dibuat maka checklist pada bagian graph template untuk graph yang ingin dilakukan monitoring.

43. Saat sudah berhasil akan muncul warna monitoring dari server dan biarkan default lalu klik create.

44. Tambahkan data query untuk device yang baru dibuat agar bisa dilakukan monitoring menggunakan SNMP-Interface Statistics dan klik Add lalu save.



45. Klik create graph for this host dan klik bagian run this data in debug mode.


46. Klik menu graph tree dan masukkan nama yakni Monitor Server 1 dan untuk sorting type pilih manual. Jika sudah berhasil maka tampilannya akan seperti dibawah.



47. Lakukan monitoring menggunakan trafik dengan mengklik menu Graphs dan akan muncul nama monitoring yang sudah dibuat lalu klik icon gelombang pada pojok atas dan akan muncul trafik tersebut.


48. Selanjutnya buat mesin baru untuk mikrotik supaya bisa melakukan percobaan monitoring mikrotik dan lakukan penginstallan didalamnya.

49. Saat sudah menginstall maka login dengan user default yaitu admin dan password kosong dan klik N untuk melanjutkan.

50. Setelah itu lakukan konfigurasi DHCP Client untuk merequest ip address dari perangkat fisik dengan perintah ip dhcp client add interface=ether1 disabled=no dan periksa hasilnya dengan ip address print maka akan muncul 1 ip address yang berstatus D (Dynamic) yang berarti IP Address didapat secara otomastis dari perangkat fisik.


51. Buka aplikasi winbox lalu masuk menggunakan ip address yang didapat sebelumnya untuk user gunakan default yaitu admin dan klik Connect.

52. Lakukan konfigurasi SNMP didalam mikrotik dengan mengklik menu IP > SNMP > Communities > Plus (+) dan setting community pada bagian name menjadi zira dan untuk address gunakan IP Address dari server yakni 192.168.166.126 jika sudah klik Apply lalu OK.


53. Jika sudah di setting SNMP nya maka aktifkan SNMP dengan menchecklist bagian enabled, bagian Contact info masukkan alamat email sebelumnya diserver, bagian location samakan juga seperti yang terdapat pada server dan untuk trap community samakan saja dengan community yang sudah dibuat, jika sudah sesuai maka klik Apply lalu OK.


54. Kembali lagi pada cacti, buat device baru untuk mikrotik dengan mengklik create devices lalu klik Add untuk menambahkan mikrotik devicenya.

55. Lalu setting beberapa konfigurasi deperti menambahkaan Description tambahkan nama seperti contoh Mikrotik zira lalu bagian Hostname tambahkan IP Address yang didapat dari mikrotik untuk dimonitoring dan untuk template nya gunakan ucd/net SNMP host karena akan memoniroting Mikrotik kemudian untuk Device Detection gunakan Ping and SNMP Uptime, untuk Ping Method gunakan ICMP Ping dan untuk SNMP Version gunakan Version 1 dengan community yang digunakan zira sesuai dengan yang ditambahkan dimikrotik.


56. Saat sudah berhasil menambahkan device baru untuk memonitoring mikrotik, akan ada tampilan bahwa yang baru saja dibuat sudah sukses terbuat.


57. Selanjutnya akan membuat graph baru dengan type SNMP-Interface Statics lalu checklist pada bagian Data Query kemudian Checklist pada bagian IP Address dari mikrotik, setelah itu klik create.




58. Kemudian buat Graph Tree dengan mengklik menu graph tree lalu klik Add dan Masukkan nama nya bebas dan klik Create.




59. Saat sudah berhasil nantinya akan muncul untuk grafik dari mikrotik yang sudah dibuat pada tampilan seperti dibawah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONFIGURASI DHCP SERVER MENGGUNAKAN PNETLAB

 Hallo guys welcome to my blog! Pada kesempatan kali ini, saya akan memberi tahu kalian bagaimana cara mengkonfigurasi dhcp server menggunakan pnetlab. Disini membutuhkan beberapa device tambahan seperti aplikasi virtual VMWare Workstation, Browser Mozila, dan File ISO pnet. Sebelum masuk tutorial, pastikan sudah mengimport pnetlab kedalam VMWare. kemudian masuk ke pnetlab menggunakan browser mozilla dengan ip yang terdapat pada VMWare. login dengan memasukkan user default. Simak penjelasan sampai akhir yaa, agar kalian bisa paham dan mengerti tutorialnya. Pertama-tama login pnetlab  Selanjutnya buat workspace baru  Kemudian tambahkan perangkat switch. klik kanan pada workspace lalu klik 'Node', 'docker.io'. Ubah nama menjadi 'ubuntu server' lalu pada image pilih 'pnetlab/ubuntu_sv:latest', dan pada bagian ethernet, isi sesuai kebutuhan.  isi Eth1 Static IP menjadi '192.168.27.126/24'. lalu Eth2 Static IP menjadi '126.126.126.1/24'. isi D...

Keamanan Jaringan di VirtualBox

  Konfigurasi Sistem Keamanan Jaringan Hello guys! Welcome back to my blog ~ Tutorial kali ini saya akan menjelaskan tentang konfigurasi keamanan jaringan pada aplikasi virtualbox. Sistem Keamanan jaringan ialah seperangkat aturan  dan konfigurasi yang dirancang untuk melindungi intergritas, kerahasiaan dan aksesbilitasi pada jaringan komputer dan data menggunakan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras. Berikut tutorialnya. 1. Buatlah 4 mesin virtual dengan vm yang berbeda di virtualbox yakni Debian, Kali Linux, Windows 7 dan Mikrotik .  2. Pertama-tama install mikrotik didalam aplikasi VirtualBox dan login kedalamnya menggunakan user Admin dan password kosong saja lalu klik n untuk melanjutkan.  3. Lalu lakukan request IP Address dari interface yang sedang digunakan yakni ether1 , yang dimana interface tersebut sudah dalam bridge dan interface laptop yang mendapat koneksi internet dengan perintah ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no , dan l...